GESSTUR.ID, – Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Inche Sayuna meminta masyarakat NTT bersama-sama dengan DPRD mengawasi kinerja Direksi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank NTT di bawah pimpinan Direktur Utama (Dirut) Harry Alexander Riwu Kaho.
Inche menjelaskan, Pemprov NTT memiliki total saham senilai Rp700 Miliar dikelola oleh BPD Bank NTT. Karena itu, Dia mengatakan, masyarakat melalui lembaga DPRD Provinsi NTT memiliki hak untuk mengawasi kinerja dan pengelolaan uang Bank pembangunan daerah tersebut.
Sorotan politisi Golkar tersebut merupakan buntut absennya Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho serta seluruh jajaran Direksi Bank dalam setiap agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD NTT.
Inche menilai sikap acuh tak acuh Dirut Bank NTT beserta jajaran direksi Bank merupakan bentuk pelecehan terhadap lembaga dewan dan seluruh masyarakat NTT.
Modal kita lebih dari 700 Miliar dan rakyat berhak tanya dan mengawasi kinerja Bank NTT. Kita dewan dilecehkan direksi Bank NTT,” tegas Ince Sayuna kepada wartawan setelah audiensi dengan Pejabat Gubernur NTT di Gedung DPRD NTT, dilansir Expontt, Rabu, 13 September 2023.
Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD NTT, Jonas Salean juga ungkapkan kemarahannya terhadap pernyataan mantan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang melarang Direksi Bank NTT untuk menghadiri undangan RDP bersama Komisi III.
“Viktor Laiskodat mantan anggota dewan, tidak paham fungsi dewan. Direksi Bank NTT tidak hadir ternyata atas instruksi VBL ketika masih Gubernur,” ungkap Jonas Salean.
Karena itu, Komisi III DPRD, lanjut Jonas, akan segera memanggil Direksi Bank NTT untuk meminta penjelasan terkait apa alasan ketidakhadirannya dalam setiap agenda RDP di Komisi III.
Jonas menyatakan, kondisi Bank NTT sangat terpuruk dalam kurun waktu empat tahun terakhir atau selama masa kepemimpinan NTT dipimpin Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.